Kategori
Edukasi

Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Selamat datang Frontiersin Computational Physics di Website Kami!

Frontiersin Computational Physics – Gadget berupa smartphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mereka memberikan akses tak terbatas terhadap informasi, hiburan dan komunikasi. Meskipun ponsel pintar menawarkan banyak manfaat, terutama bagi orang dewasa, ponsel juga menimbulkan beberapa risiko besar bagi anak-anak. Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Anak-anak yang sering menggunakan ponsel pintar mudah mengalami kecanduan. Kecanduan smartphone mengganggu keseimbangan waktu, tidur, dan aktivitas fisik anak. Selain itu, terlalu banyak waktu menatap layar dapat menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Ponsel pintar juga menyediakan akses ke Internet, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten yang tidak pantas dan berbahaya. Meskipun berbagai filter dan kontrol orang tua tersedia, tidak mungkin melindungi anak-anak sepenuhnya dari konten berbahaya. Jalin Kerja Sama dengan Sekolah Mahanaim, Cyber University Perkuat Hubungan PT dan Sekolah

Tidak hanya itu, anak-anak yang belum cukup dewasa dalam menggunakan teknologi seringkali menjadi sasaran pelecehan, kecurangan, atau penipuan online. Karena kurangnya pengalaman, mereka mungkin tergoda untuk membagikan informasi pribadi atau terlibat dalam perilaku berisiko.

Terlebih lagi, penggunaan ponsel pintar yang berlebihan menghambat perkembangan keterampilan sosial anak. Mereka mungkin lebih suka berinteraksi dengan layar dibandingkan bertatap muka dengan teman atau keluarga.

Selain itu, anak-anak yang menggunakan ponsel pintar lebih banyak menghabiskan lebih sedikit waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas dan masalah postur tubuh. Bahkan anak-anak pun seringkali belum memahami pentingnya privasi online. Mereka dapat dengan mudah membagikan informasi pribadi atau foto yang tidak mereka inginkan dan hal ini dapat menimbulkan masalah serius di kemudian hari.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel pintar mengganggu pola tidur alami anak. Hal ini dapat menyebabkan masalah tidur, ketidakmampuan untuk tidur nyenyak, dan berdampak negatif terhadap konsentrasi dan kinerja sekolah. Penggunaan ponsel pintar yang berlebihan mengalihkan perhatian anak dari belajar. Mereka mungkin lebih terlibat dalam permainan atau media sosial, yang mempengaruhi prestasi akademis mereka. Gadget kampung lolly

Menghadapi ancaman kecanduan gadget di kalangan anak-anak, Ahmad Irfandi, pemuda asal Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonau, Kabupaten Sidoarjo, memulai program “Kampung Lali Gadget” (KLG) pada 1 April 2018.

Kepedulian pribadinya terhadap potensi bahaya kecanduan gadget yang dihadapi anak-anak menjadi motivasi kuat dibalik inisiatif ini. Meski belum ada laporan kasus serupa di desanya, Irfandi memutuskan untuk proaktif dan mencegah potensi ancaman tersebut masuk ke lingkungan tempat tinggalnya.

Program KLG berfokus pada upaya pelestarian budaya dengan tujuan untuk mempromosikan permainan tradisional sebagai alternatif efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. Dalam upayanya, Irfandi merekrut banyak generasi muda dari Desa Pagerngumbuk dan sekitarnya untuk bergabung dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Mereka memainkan peran kunci dalam program ini sebagai perencana, koordinator pendidikan, dan mentor.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program KLG mencakup berbagai aspek seperti pendidikan budaya, pelestarian kearifan lokal, olah raga, pemahaman satwa, pengenalan permainan tradisional. Program ini tidak hanya mengurangi kecanduan anak terhadap gadget, tetapi juga berperan penting dalam mengedukasi mereka tentang warisan budaya dan nilai-nilai lokal yang berharga. Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Irfandi bermimpi program tersebut berkembang menjadi desa wisata atau destinasi edukasi bagi para orang tua yang ingin melindungi anaknya dari kecanduan gadget.

Tim KLG berharap permasalahan kecanduan gadget menjadi permasalahan nasional yang serius, sehingga mendorong setiap individu untuk mengurangi dampak negatif dari kecanduan teknologi. Program KLG merupakan langkah konkrit untuk mendorong perubahan positif di lingkungan lokal dan menjadi contoh bagi program serupa di seluruh negeri.

Ahmad Irfandi meraih SATU Indonesia Awards 2021 dan banyak tokoh inspiratif lainnya atas gerakan inspiratifnya ‘Naik Pelestarian Budaya ‘Kampung Lali Gadget’. Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Pada Hari Pers Nasional tersebut, Pak Mulzani menjelaskan pentingnya peran pers dalam menjamin demokrasi di NKRI. Menteri Keuangan Shri Muljani Indrawati mengucapkan selamat kepada seluruh pekerja pers di Indonesia pada kesempatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Banyak harapan yang diungkapkan. Frontiersin Computational Physics pada 9 Februari 2024